Evaluasi Kepuasan Publik Terhadap Pemerintah Jokowi-JK: Munculnya (Lagi) Harapan?

Posted by By at 5 January, at 14 : 51 PM Print

Lebih dari satu tahun lalu Alvara Research Center terakhir melakukan studi mengenai ‘Evaluasi Kepuasan Publik Terhadap Pemerintah Jokowi – JK’ yaitu Bulan Oktober Tahun 2015. Survey Independen untuk mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Joko Widodo – Jusuf Kalla di berbagai bidang dan aspek penting kehidupan masyarakat. Serta mengukur tingkat kepuasan publik terhadap menteri-menteri di Kabinet Kerja.

Survei terakhir dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 1500 responden kelas menengah dengan margin of error 2.51% di 6 kota besar di Indonesia (Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar), usia responden terentang dari 20 – 54 tahun. Survei dilakukan 28 Agustus – 10 September 2016.

Responden yang menjadi objek dalam riset ini adalah masyarakat kelas menengah. Mengapa kelas menengah menjadi basis dari riset ini karena karakter kelas menengah yang cenderung memiliki akses terhadap informasi dan lebih peka terhadap kondisi serta perubahan. Sehingga penilaian kepuasan terhadap Kabinet Kerja Pemerintah Jokowi-JK akan lebih objektif.

TINGKAT OPTIMISME PUBLIK INDONESIA

Ditengah perlambatan ekonomi global yang tidak bersahabat, Pemerintah Jokowi-JK harus mengawal dan memastikan ekonomi Indonesia agar tidak jatuh lebih dalam. Melalui survey kali ini yang bertepatan dengan Dua tahun pemerintahan Jokowi-JK serta baru saja terjadinya reshuffle kabinet, melalui hasil pengukuran ini dapat dilihat bersama seperti apakah pandangan publik khususnya kelas menengah terhadap Keputusan Presiden Joko Widodo tersebut

Dari hasil Survei menunjukkan Tingkat optimisme publik terhadap prospek ekonomi Indonesia 1 tahun ke depan naik dari 67.8% (Oktober 2015) menjadi 79.6% ( September 2016) sedangkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang naik dari 76.7% ( Oktober 2015) menjadi ke 88.7% (September 2016).

“Naiknya tingkat optimisme adalah berarti naiknya harapan publik, hal Ini menjadi modal sosial yang sangat penting bagi Pemerintah untuk bekerja lebih keras memacu pertumbuhan ekonomi lebih kencang”, Ujar Hasanuddin Ali, CEO Alvara Research Center

Alvara Research Center juga menemukan bahwa pada saat ini Indeks Optimisme Publik mencapai angka paling tinggi dibandingkan pengukuran di bulan September 2015 dan April 2015. Dengan menggunakan skala 1 – 6 kenaikan tertinggi tingkat optimisme ada di aspek ekonomi dan politik. Yang menjadi catatatan khusus tingkat optimisme terhadap pemberantasan korupsi masih paling rendah dibanding aspek-aspek yang lain. Selengkapnya ada di Grafik 1.

optimisme-sep

Grafik 1. Tingkat Optimisme Publik di Berbagai Aspek

 

TINGKAT KEPUASAN PUBLIK TERHADAP PEMERINTAH JOKOWI-JK

kepuasan-jkw-sep

Grafik 2. Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla

Survey Alvara Research bulan September 2016 ini menujukkan kepuasan publik terhadap Presiden/Wapres Jokowi-JK sebesar 78,7%. Jika dibandingkan dengan survey periode-periode sebelumnya maka terdapat kenaikan yang signifikan terhadap Pemerintahan Jokowi-JK. Pada bulan Oktober 2015 Kepuasan mencapai titik terendah yaitu 59,4%. Selengkapnya ada di Grafik 2

Bila ditelaah lebih dalam, kenaikan tingkat kepuasan publik terhadap Pemerintah Jokowi-JK disumbangkan dari sektor pelayanan kesehatan, pendidikan, pelayanan transportasi publik, pelayanan kependudukan, perizinan, dan infrastruktur. Namun demikian kepuasan publik terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, pemberatasan narkoba, dan penegakan hukum masih rendah

“Tingkat kepuasan publik yang naik ini berarti memberi sinyal kepercayaan publik terhadap Pemerintah Jokowi-JK masih tinggi, hal ini harus menjadi “cambuk” bagi pemerintah untuk semakin baik lagi melayani publik bukan malah terlena dengan nilai tingkat kepuasan publik yang tinggi”, ujar Hasanuddin Ali, CEO Alvara Research Center

INDEKS TINGKAT KEPUASAN KABINET KERJA [SKALA 1 – 6]

Disamping mengukur tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla, survei ini juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja menteri-menteri di Kabinet Kerja, pengukuran menggunakan skala 1 – 6, dimana 1 sangat tidak puas sekali, 6 sangat puas sekali. Dari hasil pengukuran tersebut kami kelompokkan menteri-menteri dengan tingkat kepuasan teratas yang masuk kategori Bintang Lima, dan menteri-menteri dengan tingkat kepuasan terendah yang masuk kategori Bintang Dua.

Menteri Bintang Lima (*****)
Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti  (4,512)
Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa (4,282)
Menteri Peranan Wanita: Yohanan Yambise (4,215)
Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin (4,214)
Menteri Kesehatan: Nila F. Moeloek  (4,213)
Menteri Pertanian: Amran Sulaiman (4,122)
Menteri Keuangan: Sri Mulyani  (4,118)
Menteri Pariwisata: Arief Yahya (4,114)
Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar & Menengah: Muhadjir E.(4,085)

Menteri Bintang Empat (****)
Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M. Nasir (4,069)
Menteri PPN dan Bappenas: Bambang P.S. Brojonegoro (4,063)
Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi (4,047)
Menteri Sekretaris Kabinet: Pramono Anung (4,043)
Menteri Koperasidan UMKM: A.A. Gusti Ngurah Puspayoga (4,038)
Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi  (4,034)
Menteri Sekretaris Negara: Pratikno (4,020)
Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup: Siti Nurbaja Bakar (4,009)
Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu  (4,002)
Menteri Kominfo: Rudiantara (3,996)

Menteri Bintang Tiga(***)
Menteri Agraria dan Tata Ruang: Sofyan Djalil   (3,990)
Menteri PDT dan Transmigrasi: Eko Putro Sandjojo (3,986)
Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi: Asman Abnur (3,984)
Menteri Perindustrian: Airlangga Hartarto (3,981)
Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi  (3,967)
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono (3,964)
Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo (3,961)

Menteri Bintang Dua (**)
Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H. Laoly (3,949)
Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri (3,947)
Menteri Koord Kemaritiman: Luhut Binsar Panjaitan (3,945)
Menteri Negara BUMN: Rini M. Soemarno  (3,944)
Menteri Perdagangan: Enggartiasto Lukto  (3,931)
Menteri ESDM: Luhut Binsar Panjaitan (PJS) (3,926)
Menteri Koord Perekonomian: Darmin Nasution (3,900)
Menteri Koord Politik, Hukum, dan Keamanan: Wiranto (3,877)
Jaksa Agung: M Prasetyo (3,848)
Menteri Koord Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani   (3,688)

Alvara Research Center kemudian membandingkan hasil ini dari  4 kali pengukuran dan diperoleh nama-nama menteri yang secara konsisten selalu masuk sebagai menteri teratas antara lain Susi Pudjiastuti, Khofifah IndarParawansa, Lukman Hakim Saifudin, dan Nila F Moeloek. Selengkapnya ada di Grafik 3.

“Tingkat kepuasan publik terhadap keempat Menteri ini relatif stabil dari empat kali survei”, Ujar Hasanuddin Ali, CEO Alvara Research Center

kepuasan-menteri-sep-16

Grafik 3. Pergeseran Ranking Menteri Kabinet Kerja [Jan 15 – Apr 15 – Okt 15 – Sep 16]

Peringkat kepuasan publik terhadap Menteri Keuangan melesat keperingkat 7 dari papan bawah selama 3 kali survey sebelumnya saat Menteri Keuangan dipegang oleh Bambang Brojonegoro.

“Sri Mulyani menjadi bintang baru di Kabinet Kerja, Pengangkatan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo dinilai tepat oleh publik”, ujar Hasanuddin Ali, CEO Alvara Research Center

Peringkat kepuasan publik terhadap Muhajir Efendi sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan di bulan September 2016 berada di peringkat 9, jauh bila dibandingkan dengan saat Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan dipegang oleh Anis Baswedan yang selalu masuk 3 besar nilai kepuasan publik tertinggi.

Menteri yang mengalami lompatan tingkat kepuasan publik adalah Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, yang pada bulan September 2016 berada di peringkat 6, dimana di 3 survei sebelumnya selalu menempati peringkat papan tengah.

Oleh:
Hasanuddin Ali
Founder and CEO Alvara Research Center

Indonesian Consumer Social Politic : News & Insight , , , , , ,

Leave a Reply